Sabtu, 07 Mei 2011

Stres Ada yang Produktif,Jadi jangan alergi Stres

Rasanya tidak ada orang yang ingin mengalami stres. Namun sebenarnya kita tak perlu "alergi" berlebihan pada stres, karena dalam taraf tertentu stres justru bermanfaat untuk memancing kreativitas.

Stres adalah respon mental seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan. Ketika tubuh menghadapi sesuatu yang mengancam atau tekanan, ada dua respon yang muncul, yaitu melawan (fight) atau ikut terseret dalam ancaman itu (flight). Dalam kondisi ini tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin, hormon kortisol dan hormon stres lainnya.

Tapi jangan khawatir Jenis Stres ada 2 :
1.Stres Sehat
2.Stres Sakit

Dalam hal ini,stres sakit artinya : sudah tidak mampu lagi menanggulangi masalah yang ada akhirnya jatuh sakit.
Sedang stres sehat artinya : dibalik masalah yang melilit kehidupan ini tapi justru membangkitkan solusi lain yang bermanfaat baik untuk diri sendiri atau orang lain,walaupun hal ini kadang tidak disadari secara langsung,ibarat pepatah kalau sudah kepepet baru ketemu solusinya walau kadang aneh atau janggal.

Bila stres ini terjadi sesekali justru akan menimbulkan respon tubuh yang efektif. "Stres yang bermanfaat itu disebut dengan stres yang sehat atau eustress," kata dr.Surjo Dharmono, Sp.KJ (K), dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Peningkatan hormon adrenalin tadi, papar dr.Surjo, akan membuat tubuh lebih energik. Pelepasan hormon kortisol yang memicu gula darah juga akan membuat energi bertambah. Untuk bisa berpikir kreatif, otak juga membutuhkan energi.

"Stres seperti itu adalah stres yang well-organized atau bisa disebut dengan tantangan. Perusahaan sebetulnya bisa menciptakan stres yang seperti ini untuk meningkatkan produktivitas karyawannya," katanya dalam acara media edukasi Mengelola Stres dan Depresi dengan Benar yang diadakan oleh Pfizer beberapa waktu lalu.

Beban kerja yang tinggi bisa berdampak berbeda pada setiap orang. Target yang tinggi adalah stressor, suatu keadaan yang bisa memicu stres. Jika target ini dianggap beban, maka akan menimbulkan stres. Namun jika kita melihatnya sebagai sebuah tantangan, maka hidup menjadi lebih menggairahkan. Stres mendorong kita untuk maju.

Supaya stres mendorong produktivitas, tentu saja perusahaan harus menciptakan sistem yang baik. Misalnya mekanisme pemberian reward yang konsisten, pemberian tugas yang jelas, model kepemimpinan yang baik, dan masih banyak lagi. Jika tidak yang terjadi justru sebaliknya, karyawan merasa buntu dan tidak mendapatkan penyelesaian.

Stres yang tidak terorganisasi itu dalam jangka lama akan menimbulkan penderitaan. Orang yang mengalaminya bisa menjadi depresi, cemas, gangguan panik, kelelahan kronik, hingga keluhan psikosomatik.

"Stres bisa membuat hidup menjadi dinamis, tapi stres akan berbalik merugikan jika kemampuan seseorang menghadapi masalah justru menurun,"
katanya.

Jadi semua orang pasti banyak mengalami masalah atau mungkin sudah menjurus stres tapi dengan pengalaman atau kita sharing dengan teman pasti ada solusinya,tinggal kita mau berusaha atau tidak,karena " ADA PROBLEM PASTI ADA SOLUSI ".

Semoga bermanfaat.

www.asihcla-10.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar