Rabu, 10 Agustus 2011

Mulut Rahim menghadap belakang,Sulit Hamil?

Setiap wanita normal pasti ingin mempunyai anak dari rahimnya sendiri,tetapi terkadang ada hambatan secara alamiah,terutama bila seorang wanita di vonis seorang dokter berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa ia mempunyai rahim menhadap ke belakang sehingga kemungkinan hamil sangatlah kecil.



Yang dimaksud dengan mulut rahim menghadap ke belakang atau dalam bahasa medisnya disebut retroflexi (retroflexed uterus) adalah mulut rahim yang menghadap ke saluran anus. Sementara normalnya, rahim seorang perempuan itu menghadap ke depan, sejajar dengan Miss V atau disebut anteflexi (anteflexed uterus).

Anda tak perlu khawatir karena kasus rahim menghadap belakang seperti ini dijumpai pada 25 persen perempuan di dunia. Dan, ini merupakan faktor bawaan atau sudah sejak lahir memang demikian keadaannya.

Dulu mulut rahim yang menghadap ke belakang ini akan dianggap sebagai salah satu problem kehamilan pada perempuan. Namun, sekarang anggapan tersebut mulai ditinggalkan. Karena pada dasarnya seorang perempuan dengan rahim yang menghadap ke belakang masih tetap bisa hamil. Dan untuk bisa hamil pun, rahim dengan kondisi faktor bawaan tersebut tidak perlu diperbaiki. Tidak pula dianjurkan dipijat untuk memperbaikinya. Jadi, Anda tak perlu merasa berkecil hati atau pun takut tak bisa punya anak.

Agar bisa cepat hamil memang ada teknik/posisi khusus yang perlu Anda terapkan. Kalau perempuan dengan rahim normal, upaya yang dapat dilakukan agar cepat terjadi pembuahan adalah dengan posisi misionaris (laki-laki di atas) dan setelah berhubungan seks perempuan hanya perlu mengangkat kedua kaki. Maka pada kasus Anda, disarankan saat berhubungan seks menggunakan teknik/posisi penetrasi dari belakang (misalnya, doggy style) dan setelah itu angkat kaki Anda lebih tinggi dari tubuh selama 15-30 menit agar sperma dapat masuk dengan tepat.

Untuk mengetahui lebih detail cara mengatasi masalah Anda ini, saya sarankan Anda untuk kembali berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan.
Jika dokter pertama kurang komunikatif dalam menjelaskan, silakan cari dokter lain yang bisa memberikan penjelasan lebih memuaskan. Semoga jawaban ini dapat membantu masalah Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar