Rabu, 29 Februari 2012

5 Tahap Safety Menghindari Bahaya



Pada dasarnya semua orang ingin merasa aman,terhindar dari marabahaya baik di lingkungan rumah/keluarga maupun di lingkungan tempat bekerja.Tetapi terkadang apa yang ada di sekitar kita banyak yang mengandung unsur bahaya,walaupun dalam kondisi sadar kita tahu dan pastinya tidak mau terjadi accident/kecelakaan meskipun kecil.

Masih segar ingatan kita beberapa minggu yang lalu, “ Peristiwa Naas di Tugu Tani Jakarta “…apa yang terjadi?Belasan orang yang tanpa dosa,ada yang sehabis olahraga pagi dalam perjalanan pulang,ada yang jauh-jauh dari luar kota (Jawa Tengah) ingin Liburan di Jakarta,dan yang lainnya.Apakah mereka berperilaku ceroboh?Ternyata tidak,bukan mereka yang bersalah,tapi “Pengemudi Mobil” yang sangat ceroboh,tidak mempunyai SIM,habis Dugem ditambah konsumsi narkoba lagi.Akibat sat orang yang ceroboh,belasan nyawa melayang.

Bisakah hal-hal tersebut diatas dicegah ? Bisakah pemerintah mengatasi ? Siapakah yang salah ?Apa yang bisa kita lakukan ?

Ok,saya tidak akan membahas “ Peristiwa Naas Di Tugu Tani Jakarta “ diatas,kebetulan hari ini saya mendapat ilmu “ 5 Tahap Safety Menanggulangi atau Mencegah Bahaya “ saat mengikuti presentasi di perusahaan tempat saya bekerja,dimana ini adalah pertemua rutin antar line dan antar perusahaan guna membahas dan mempresentasikan temuan patrol dan peristiwa kecelakaan yang terjadi di lingkungan perusahaan,tapi bisa juga di aplikasikan di rumah tangga.

5 Tahapan Safety Mencegah Bahaya itu adalah :

1.ELIMINASI ( DIHILANGKAN)

  Tahap pertama,bisakah hal itu dihilangkan ?
   Contoh : Pemakain pisau cutter untuk memotong suatu bahan
                   Potensi Bahaya : Tangan dan anggota tubuh terkena cutter
    Cara menghilangkan : Pesan bahan yang sudah dipotong-potong sesuai ukuran
Contoh diatas bisa dijadikan acuan untuk potensi bahaya yang lain,berbeda tempat dan lingkugan maka caranyapun akan berbeda,tetapi hal paling aman adalah Eliminasi atau potensi yang ada harus dihilangkan,kalau tidak bisa baru masuk ke tahap dua yaitu: SUBSITUSI.

2.SUBSITUSI (DIGANTI)

   Tahap kedua ini dilakukan setelah tahap pertama karena Potensi bahaya tidak bisa dihilangkan,yaitu : Subsitusi atau mengganti dengan yang lebih aman (safety).
Contoh : Pemakain pisau cutter untuk memotong suatu bahan
                Potensi Bahaya : Tangan dan anggota tubuh terkena cutter
Cara Subsitusi : diganti dengan Gunting ( lebih murah dan tidah ada potensi cutter patah)

Ini hanya contoh,untuk lingkungan anda adakah yang bisa diganti dengan alat lain yang lebih aman?Coba lakukan pengamatan,kalau belum masih buntu coba lakukan dengan orang yang lain,siapa tahu ada ide yang lebih aman,karena prinsip “ Lebih Aman dan Nyaman itulah tujuan Safety “.

Tapi bila tidak semua bisa dilaksanakan atau diganti maka lakukan tahap ke-3 yaitu : Rekayasa Engginering.

3.REKAYASA ENGGINERING.

Tahap Rekayasa Engginering ini tidak harus dilakukan secara besar-besaran,cara sederhana tetapi kalau sudah aman,itulah yang dicari dengan biaya kecil bahkan kalau bisa tidak keluar biaya,murah dan meriah tapi tujuan tercapai itu akan lebih baik.

Tetapi kalau tidak bisa,anda bisa memanggil ahlinya yaitu bagian Engginering atau Maintenance,coba ceritakan potensi bahaya yang ada lakukan pengamatan bersama,kalau anda sudah ad aide coba kemukakan apakah  hal itu bisa direalisasikan segera?Terkadang hal ini sangat membutuhkan pengalaman,jam terbang yang tinggi atau pengalaman yang lebih banyak biasanya lebih banyak ide,coba lakukan diskusi yang terpenting “Rasa aman “ itu yang harus dipertimbangkan.

4.WORK INTRUCTION/WI (RAMBU-RAMBU)

Tahap ini biasanya dilakukan oleh orang telah banyak tahu di lingkungannya,karena W.I/ ( Work Intruction ) bisa dibuat secara detil oleh orang yang tahu persis seluk beluk lingkungan tempat yang mengandung bahaya.WI isinya adalah urutan dari awal sampai akhir tahapan suatu proses berikut potensi bahaya yang ada di setiap tahapan proses.

Lakukan segera Revisi atau perubahan setiap ada ide baru/tambahan proses baru,sehingga WI tidak usang atau ketinggalan jaman.
Pasang juga Rambu-rambu tanda bahaya dengan warna mencolok dan background yang sesuai,ini penting sehingga tujuan dari pemasangan rambu-rambu mengena ke sasaran.

Berikut warna dasar dan tulisan yang umum di pakai dalam safety Rambu-rambu : 

   a.Background BIRU dengan warna tulisan KUNING untuk :Rambu-rambu
       ANJURAN.

   b.Background MERAH dengan warna tulisan BIRU untuk :Rambu-rambu
       LARANGAN.

   c.Background KUNING dengan warna tulisan HITAM untuk: Rambu – rambu
      PERINGATAN.

   d.Background HIJAU  khusus untuk Rumah Sakit,atau terkadang tulisan Hijau 
      dengan background  PUTIH. 


5.ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Tahap ini adalah tahap yang paling terakhir di tempuh apabila,tahap pertama sampai tahap ke empat tidak bisa dilakukan.

Contoh : Kacamata ( dipakai untuk tukang las )
                Hand Protector ( dipakai untuk operator benda-benda tajam pisau,cutter dll)
                Sarung Tangan Baja ( dipakai mesin Cutting/pemotong )
                Helmet ( untuk driver dan Engginering )
Dan masih banyak yang lainnya.

Intinya semua di lakukan untuk “Rasa aman” dan terhindar dari Bahaya.
Bahaya adalah: sesuatu/sumber yang berpotensi menimbulkan cedera/kerugian (manusia,proses,property dan lingkugan.

Jadi kuncinya : Lakukan Pengamatan setelah itu Lakukan Perbaikkan
Karena tanpa Perbaikkan potensi akan selalu mengincar,lakukan sekarang sebelum ada kejadian yang menimpa kita.

GO and ACTION Now.

Salam Safety

Tidak ada komentar:

Posting Komentar