Sabtu, 26 Februari 2011

Orang asing

Sebenarnya ini hanya cerita yang saya ambil dari obrolan saat jam break di tempat kerja,namun saya pikir kita bisa ambil manfaatnya,ceritanya begini :

Saat itu,saya menerima selembar informasi dari Managemen yang harus disampaikan segera ke anak buah karena besok pagi akan ada patroli gabungan hal : Safety APD.
Informasi petugas tsb. apabila ditemukan kartawan tidak disiplin akan ada tindakan sesuai KKB yang berlaku.
Sesaat kemudian dia cerita,
" Saya sebenarnya disuruh mengedarkan info tsb, besok pagi padahal patroli berlangsung besok siang setelah istirahat.( Terlambat donk,kapan kita mau sampaikan ke bawah kalau baru besok diedarkan? ,"tanya saya spontan.)
" Makanya ini,inisiatif saya,nanti terlambat saya yang diomeli,belum kalau tidak ketemu orangnya,kan banyak.Sebenarnya dibuat sudah dari pagi,tapi karena yang harus tandatangan 5 orang,masing-masing tidak ditempat sudah berkeliling (maklum bos semua) sehingga baru sore ini saya bagikan.
Saya juga sering jengkel sama bos saya,apalagi bila kasih kerjaan belum selesai tapi disuruh lagi,belum selesai disuruh yang lain lagi,pusiiiiiiiiiiiiiing.........,kadang saya kencengan aja nadanya,bos baru diam.
Ya,udah selesaikan yang ini dulu," kata bos-nya.
Ya gini lebih enak,bukan saya tidak mau tapi lebih baik satu-satu kan beres.
Dulu waktu saya masih kerja di pabrik sepatu,pernah ramai dengan orang asing *tepatnya orang Jepang,...
Waktu itu saya sudah jadi Leader mengawasi satu line,anak buah saya mengatur jalannya material yang sedang proses diatas konveyor yang jalan terus-menerus saat proses produksi,tapi antara konveyor dengan tinggi operator tidak sama,sehingga operator banyak menunduk saat merapikan material tsb,karena konveyor lebih rendah sementara operator berdiri dan tidak boleh duduk.
Melihat hal tsb,anak buah saya ambilkan tempat duduk agar tidak pegal,pinggang gak encok atau sakit.
" Pak nanti kalau saya dimarahin bos atau orang Jepang gimana?," protes anak buah spontan.
" Dikasih enak kok gak mau.nanti itu urusan saya,bilang aja saya yang suruh," kata saya .
Benar saja,orang Jepang lewat langsung marah-marah, " Kerja mau enak ya,siapa yang suruh ".
" Saya suruh ," sahut saya di belakangnya.
" Kegel.....( maksudnya pegal ), " kata saya agak lebih keras,maklum biasanya orang Jepang kalau dengar kata-kata tidak biasa suka pura-pura budeg.
 Eh....malah marah-marah dalam bahasa Jepang ( biar saya gak tahu artinya kan kelihatan dia lagi marah-marah).Jepang itu langsung panggil Supervisor saya," Ada apa Sang ? jawab atasan saya.
" Siapa yang suluh,kerja duduk ? Telus saya dibilangi " kegel " sama dia ?," lanjutnya sambil menunjuk saya.
" Memang tadi omong apa sama Jepang ? Dia marah-marah nih.." tanya bos.
" Kegel...............maksudnya pegal,habis saya jengkel,coba aja sendiri pak,kalau kerja sering membungkuk begini lama-lama bisa pegal/encok," jawab saya sambil memperagakan kerja operator.
" Ya..ya,ok.Sebentar aku kasih tahu,dia," kata bos ( rupanya dia gak pernah perhatikan kerja anak buahnya sebelumnya atau pura-pura gak tahu ya.................).
Saya lihat bos kasih tahu Jepang,sedikit pakai bahasa sana,sambil meniru gerakan kerja operator dan sedikit penjelasan alasan saya.
Tak lama kemudian dia,mnggut-manggut tanda mengerti dan setelah itu dia pergi.
" Bagus kamu,dia tidak jadi marah-marah setelah saya jelaskan tadi," kata bos memberitahu saya.
Padahal tadi saat saya ribut dengan Jepang tadi semua operator pada melihat kecut,setelah kejadian semua pada memuji keberanian saya.
Sejak saat itu semua operator berani duduk,tapi pesan saya target harus tercapai dan tidak boleh ngobrol,boleh gantian dengan yang kerja memang berdiri.
Ternyata gak semua " Orang asing " itu pinter,yang penting kita benar,alasan masuk akal,kenapa gak berani protes.

" Benar, termasuk semua hal kalau benar kenapa kita harus takut,emang " orang asing " pasti benar,nasibnya aja yang bagus," kata saya membenarkan kesimpulan petugas itu.
( Dalam hati,memang kebanyakan orang Indonensia masih menganggap "Orang Asing" sebagai panutan).

Demikian sekelumit cerita iseng ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar